Daily Archives: January 31, 2007

Berbagi Payung

Standard

Rainy season love story,

Hehe, baru dapet inspirasi tadi pagi. Mirip-mirip judul film ya: Berbagi Suami.

Kali ini inspirasinyakarena tadi pagi hujan dan aku berpikir, kenapa ngga kita buat cerita mengenai sepasang kekasih yang berbagi payung saat hujan selama 4-5 jam. Selama 4-5 jam merek berpayung dan berjalan dalam hujan, banyak terjadi percakapan di antara mereka.

Well, aku juga belum apet pikiran mau di bwa kemana arah cerita ini. Sulit sekali membuat tulisan dari kehidupan selama 4-5 jam saja. Tentunya harus banyak berinspirasi dan memampatkan ceritanya.

Kalau teman-teman ad inspirasi atau ide cerita, tolong disumbangkan ke sini ya.

Thanks, Reiza

Jokey 3 in 1

Standard

Hm…inspirasi lainnya,

Inspirasi in datang ketika aku menjalani masa internship, baru-baru ini saja. Beberapa waktu lalu, ketika Anita, seorang intern dari Amerika masih menjalani hari-hari internshipnya di Jakarta, beberapa waktu kita sering keluar bersama. Biasanya kita berjalan kaki dan melalui jalan Senopati pada saat jam pulang kantor, sekitak jam 5. Di sekitar jalan itu sudah mulai ramai terlihat jokey-jokey 3 in 1 yang menawarkan jasa tumpangnya untuk melalui kawasan 3 in 1 Sudirman Thamrin.

Anita, berpikir untuk membuat film dokumentari dari kehidupan para jokey ini. Hm..pasti menarik, pikirku. Kehidupan mereka dan bagaimana mereka menjalani kehidupan ini. Kebanyakan mereka tingal di daerah kumuh di belakang apartemen Senopati. Tapi, tampaknya mereka juga ramah dan baik. Dari tampang mereka dan cara mereka berpakaian. Mereka tampak menyenangkan untuk dijadikan teman ataupun teman ngobrol mengenai pengalaman mereka selama menjadi jokey.

Well, ide Anita memang bagus. Tapi aku memiliki ide lain, tidak membuat film dokumentari mengenai kehidupan mereka tetapi membuat buku novel dari kehidupan mereka, atau salah satu dari mereka.

Begini, idenya. Salah satu dari jokey 3 in 1 ini, bisa laki-laki atau perempuan. Dia tidak puas dengan penghasilannya menjadi jokey 3 in 1 setiap hari. Dan dia bosan dengan pengulangan kejadian setiap hari. Menunggu mobil mewah berhenti, dan dia naik, lalu melewati kawasan 3 in 1 da ndi diturunkan di ujung jalan di luar kawasan 3 in1 dan dia dibayar 5000 Rupiah atau kadang kalau pemilik mobil sedang baik bisa 10000 Rupiah.

Dia pun berpikir dan mengharapkan lebih dari pekerjaan rutinnya sebagai jokey 3 in 1. Mulailah dia berpikir dan mencari cara untuk lebih membuat dia bersemangat menjadi jokey 3 in 1. Dia pun mulai mendapatkan ide, dari menjual makanan kecil untuk pemilik mobil (barangkali mereka lapar dan memerlukan makanan kecil selama perjalanan) hingga menjual barang, seperti kaos ataupun minyak wangi.

Tampaknya idenya boleh juga. Tapi, dia mendapatkan ide yang lebih menarik di pikirannya. Hm..bermodalkan tampang dan penampilan keren, dia mulai berpikir selain menjadi jokey 3 in 1, mungkin aku juga bisa menjadi penjaja seks cepat. Dengan begitu aku bisa mendapatkan penghasilan lebih dan pastinya aku bisa menikmati kamar hotel bintang lima di Jakarta dan kepuasan yang lain.

Keesokan harinya, dia mulai berdandan dan berpenampilan beda dari biasanya, lebih mencolok dan rapi untuk menarik pengguna jasa jokey 3 in 1, dan membangkitkan gairah seksual pengendara mobil yang barngkali merasa jenuh dan lelah dengan ksibukan sehari-hari mereka, dan mereka membutuhkan kepuasan seks dengan cepat. Tampaknya dia bisa membaca permintaan dan kebutuhan pasar.

Hm..hari ini, dia mendapatkan pelanggan baru. Mobil mewah, tampang ok penampilan keren. Mulailah dia menawarkan jasa lainnya yang dia punya, seks cepat (quick sex). Tampaknya, dia tidak salah, instinctnya memang tepat. Semula pemilik mobil tampak sedikit rish mendengarkan tawarannya, dia terus mengemudi sambil melihatnya di kaca dari ujung kaki ke ujung rambutnya. Perlahan dia pun mulai tergoda. Akhirnya, pengendara meluncurkan mobilnya di kawasan Menteng, dan mereka pun akhirnya check-in. Dengan alasan yang benar-benar masuk akal, pihak hotel tidak bertanya lebih jauh. Mereka pun akhirnya melakukan hubungan seks layaknya pasangan suami istri.

Setelah sekitar 2 jam, mereka keluar dan meninggalkan hotel.

Dia pun mendapatkan keinginannya, uang lebih, dan tidur di hotel mewah, meskipun hanya untuk sesaat, tampaknya dia puas dengan pengalaman barunya.

Hari demi hari, dia semakin banyak mendapatkan pengalaman yang berbeda-beda. Dri kamar hotel bintang 3 hingga bintang 5, bahkan mereka melakukannya di dalam mobil! tidak bisa dibayangkan. Bahkan dia pernah dibawa ke salah satu mall, dan mereka melakukannya di tempat parkir mobil. Tidak hanya itu, dia pun dibawa ke Ancol, di mana banyak kita lihat mobil-mobil goyang berjejer di lapangan parkir ketika hari mulai gelap.

Well, itu hanya sekilas inspirasi yang bisa aku dapatkan mengenai cerita ini. Untuk kelanjutan ceritanya, barangkali teman-teman ada saran. Bisa juga kita perkuat karakter si joeky 3 in 1 ini dengan kondisi bahwa ternyata dia adalah seorang psikopat. Terkadang dia membunuh pelanggannya untuk mencuri semua barang mewah yang mereka bawa. Ataupun pura-pura jatuh cinta tapi menguras habis kekayaan mereka. Ya, barangkali ada ide yang lebih menarik lagi untuk dimasukkan kesini.

Okay, ide-ide kalian ditunggu untuk mengembangkan konsep cerita ini.

Thanks, Reiza

Monolog Pagi

Standard

Well,

Sebenernya inspirasi ini datang di pikiranku sekitar bulan Maret 2 tahun yang lalu, ketika aku menjalani hari-hari internshipku di Cardig International, di kawasan Halim Perdanakusuma. Saat-saat itu aku harus pergi bolak-balik Cikarang Jakarta setiap hari. Internship itu berjalan selama 4 bulan dari 1 Maret hingga 30 Juni.

Satu bulan pertama memang aku memilih untuk naik angkutan 59 dari pintu tol Cikarang dan aku turun di sekitar UKI lalu jalan atau naik ojeg ke kantor. Tapi selama satu bulan pertama ini aku selalu terlambat datang ke kantor. Aku pun memikirkan solusinya supaya tidak terlambat. Aku mencari kamar kos di sekitar kantor, tetapi tidak ada yang cocok, dengan berbagai alasan. Dari kondisi kamar yang tidak nyaman dan harga yang terlalu tinggi, apalagi mereka meminta untuk menyewa kamar kos untuk paling tidak selama 3 bulan, bayar di muka.

Ya, aku tetap mencari solusi lain yang lebih baik dan akhirnya aku memutuskan untuk ikut bis Pak Roso setiap pagi dari kampus, turun Komdak dan naik bis Mayasari P6 turun UKI lalu jalan atau naik angkot atau naik ojeg. Karena kalau dihitung-hitung, aku bisa menyimpan banyak waktu dan aku bisa meluangkan waktu untuk sarapan pagi di warung dekat kantor. Karena meskipun aku harus menuju Komdak setiap pagi, aku bisa sampai di kantor sekitar jam 7. Dibandingkan dengan aku naik angkot 59, yang biasanya aku tidak punya waktu untuk sarapan pagi dan selalu datang terlambat di kantor.

Nah, di bis Pak Roso inilah iinspirasiku datang. Pengalamanku pun bertambah. Karena pada saat itu, banyak sekali non-karyawan Jababeka yang naik bis Pak Roso. Tua muda, laki perempuan. karyawan dan mahasiswa. Semuanya ada dan menjadi satu di bis Pak Roso. Mereka bisa duduk di mana saja mereka mau. Siapa cepat dia dapat tempat duduk.

Mulailah aku berfantasi di sini, dengan kedinamisan penumpangnya yang tidak selalu sama setiap hari. Aku selalu menempati kuri paling depan di dekat pintu keluar masuk. Di situ juga aku sering berganti-ganti pasangan duduk. Berbeda orang dari hari ke hari.

Ya, aku berpikir barangkali ini bisa menjadi pengalaman yang menarik. Atau kalaupun aku tidak bisa mengalaminya sendiri, aku bisa menuliskan buku tentang ini. Cerita tentang seseorang yang harus pulang pergi Cikarang – Jakarta setiap hari (aku rasa dari mana ke mana bukan masalah besar, bisa diimprovisasi) dan dia tergoda untuk melakukan percakapan ataupun monolog pagi dengan dirinya sendiri yang membawanya ke alam bawa sadar. Ke dunia lain di mana dia bisa melakukkan apapun yang dia inginkan.

Perjalanan yang membawanya ke pengalaman seksual yang luar biasa. Berganti-ganti pasangan dengan siapa saja yang duduk di sampingnya, selama perjalanan pulang pergi. Awalnya, dia hanya bercakap dengan dirinya sendiri, lalu dia memulai percakapan dengan teman di sampingnya. Tidak ada perbedaan. Mau laki-laki ataupun perempuan. tua muda, kaya miskin demuanya dia ingin tahu. Dia ingin memuaskan keingintahuannya tentang pengalaman seksual di usia produktifnya.

Mulailah dia bertukar nomer handphone ataupun kartu nama. Untuk sekedar bertemu dan makan siang atau makan malam. Dan ya, mereka mulai ke hal yang lebih sensitif yaitu seks. Dia memang tipe penggoda. Dengan tampang lumayan dam kondisi keuangan yang tidak cukkup jelek di usianya yang masih muda. Jadilah dia lebih punya kesempatan untuk meng-explore keingintahuannya tentang seks.

Hari demi hari, dia mengenal lebih banyak orang, duduk dengan orang yang berbeda-beda setiap harinya dan tentunya melakukan hubungan seksual dengan hampir semua yang duduk di sampingnya. Masalah percintaan pun muncul ketika salah seorang dari teman duduknya jatuh cinta dengan nya, dan dengan kehebatannya tentang masalah seks.

Hm…aku masih bingung bagaimana harus mengakhiri cerita ini. Mungkin ini ide bagus untuk dijadikan buku novel atau buku cerita. Karena aku kira, hal ini bisa juga menjadi fenomena kehidupan manusia di kehidupan nyata ini.

Aku ada dua pilihan akhir dari cerita ini:

1. Orang ini akhirnya akan mati karena terjangkit penyakit AIDS karena seringnya berganti-ganti pasangan seks (jadi, buku ini bisa didedikasikan pada saat peringatan hari AIDS sedunia setiap tanggal 1 Desember). Hal ini mengingatkan kita supaya tidak berganti-ganti pasangan, untuk menghindari terjangkitnya penyakit AIDS di kalangan remaja, khususnya di Jakarta (Indonesia).

2. Orang ini akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengalaman dan kehidupan seperti ini dan memilih cintanya pada salah seorang teman duduknya dan setia pada pilihannya.

Mungkin, teman-teman ada saran atau kritik bisa disampaikan.

Hehe, it was just my crazy idea. Tapi tampaknya itu juga bisa terjadi di kehidupan nyata. Who knows? Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Barangkali juga ada orang di luar sana yang menjalani kehidupan seperti ini.

Only God knows…