Berbagi Payung (dari banjir Jakarta 2007)

Standard

Well, akhirnya aku menemukan ide cerita yang lebih menarik untuk diangkat dan dituliskan ke dalam judul di atas: Berbagi Payung

Berbagi Payung menceritakan tentang pengalaman seseorang ketika banjir melanda Jakarta dan sekitarnya: Karawang, Bekasi, Tangerang dan beberapa tempat lainnya di awal bulan Februari 2007.

Ini berkisah tentang seorang laki-laki yang bertemu dengan seorang perempuan pada saat banjir melanda Jakarta. Merekapun berjalan berdua berbagi payung menyusuri daerah-daerah yang dilanda banjir. Mereka berduapun melaporkan keadaan banjir di Jakarta dengan peralatan elektronik mereka: handphone 3G, handycam dan digi-cam. Mereka menyelamatkan beberapa warga yang terjebak banjir dan membantu warga untuk mengevakuasi diri mereka dan keluarga serta beberapa barang berharga.

Di akhir cerita, mereka berhasil menyelamatkan banyak warga dan harta benda mereka. Mereka diliput oleh beberapa stasiun televisi atas keberanian mereka dan mereka pun menjadi sepasang kekasih. (kok akhirnya seperti ini sih?! buat teman-teman yang memiliki ide yang lebih bagus, tolong disumbangkan.)

Aku akan melanjutkan penulisan cerita ini secepatnya. Ini hanya garis besar dan gambaran singkat mengenai apa dan ke mana arah cerita berbagi payung ini.

Cheers, Reiza

About Mohammad Reiza

I first started blogging on wordpress in November 2006 that you can find at mohammadreiza.com and later in January 2007 I added another blog at reizamohammad.wordpress.com and I just recently added another blog in May 2013 at reizamonologues.wordpress.com

4 responses »

  1. wah..

    bagus2…
    bikin ceritanya payung si cewek rusak aja….
    trus si cowok nawarin payungnya…

    ngomong2 belakangan ini aku jg lagi tertarik ama sastra

    pernah baca novel “kisah klan otori”?penulisannya betul2 bagus…

    aku jg baru temuin blogger seorang jurnalis indonesia http://jalaindra.wordpress.com/
    di blognya byk artikel2 ama resensi buku2 yg bgs….

  2. Riady,

    Terima kasih, kalau ada masukan untuk ide cerita yang bisa dikembangkan untuk cerita ini, tolong dituliskan aja di sini. Boleh juga kalau ceritanya seperti yang disarankan di atas. Aku juga sedang memikirkan apakah di akhir cerita mereka juga mendapatkan penghargaan dari Pak Sutiyoso atas keberanian mereka. Mungkin lebih seru. Jadi nanti kalo diangkat menjadi sebuah film. Kita benar-benar mengundang Bang Yos untuk memebrikan penghargaan itu. hehehe.

    Oke, nanti referensi alamat blog di atas aku kunjungi dan akan aku link di weblog ini.

    Thanks,

    Reiza

  3. Wah maap ni baru sempet ngasih comment. Soalna jg kena banjir. gw jadi inget pengalaman waktu banjir pertama hari Jumat. Biarpun dari pagi hujan ga berhenti tetep aja nekad mo kampus utk nyari inspirasi skripsi.

    Gk nyangka pulangnya kejebak banjir di tol kbn jeruk depan stasiun RCTI. Hmmmmmmppphhh…… i couldn`t believe it, abis sejam bus gak bergerak sesenti pun akhirnya smua penumpang mutusin utk bergerilya menggulung celana dan melepas sepatu mereka. Gak cuma bus yg gw naikin tp juga eksekutif2 yg bawa sopir dan mobil pribadi mereka. Heheheheh jarang2 liat pemandangan kyk gini…

    Di seberang jalan arah Merak byk orang numpang truk container yg segede-gede gajah itu. Oh my God there is no choice…..Terpaksa deh qta semua turun nyebrang jalan tol. Di suasana yg rame itu gw kenalan ma seorang cewe dg tujuan yg sama. Qta bedua jalan beberapa meter di sepanjang tol kbn jeruk. Berapa kali berentiin truk gak ada yg masih muat padahal hari udah mulai gelap and mulai tanda2 hujan and dingin buanget. Brrrrr…..what a really bad day.

    Hopeless…. gak ada truk satupun yg mau angkut qta. Ada orang tiba2 bilang stop mobil pribadi aja. Hah yg bener numpang mobil pribadi di tengah jalan tol? too risky huh? Tapi kyknya gak ada cara lain lagi qta bedua pun mualai stop mobil yg berhasil lewtin banjir. Setelah beberapa menit ada juga mobil yang berhenti di depan qta. Huh finally,…yang punya seorang bapak dan dia sama dua temen kerjanya. Rupanya di dalem jg udah ada ibu2 yg diangkut. Well he`s quite nice, rela mobilnya angkut someone strangers. Gw and si cewe yg baru kenal ngerasa bersyukur banget ada yg mau nampung qta dg sukarela.

    Sampai di Tangerang qta berdua pisah di daerah Kbn Nanas. Dia turun duluan and guess what? Gw lupa nanya namanya……..

  4. Vina,

    Thank you ya buat komennya dan ide ceritanya, barangkali memang ini ide cerita yang bagus. Lupa menanyakan namanya? Terus dikejar dan dicari lagi ngga tuh cewek? Terus selama perjalanan mencari tumpangan, kalian berbagi payung ngga??

    Well, nanti ditambahkan deh untuk ide ceritanya ya. Jangan kuatir. Kalau bukunya dah terbit nanti dikasih tanda tangan deh. Kalo filmnya dah main di bioskop, nanti diundang ke pemutaran film perdananya deh. Hehehe, mimpi terus:-)

    Cheers,

    Reiza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s