Daily Archives: June 3, 2008

Mohammad Reiza, Delegasi Muda Indonesia

Standard

This article was written sometimes last year (2007) before attending the 1st UNESCO Asian Youth Forum.

Lingkungan hidup merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan generasi muda saat ini. Pemuda memiliki tanggung jawab untuk melestarikan dan menyelamatkan lingkungan dengan menerapkan pembangunan berkelanjutan.

Partisipasi Mohammad Reiza dalam kegiatan pelestarian lingkungan hidup dimulai ketika dirinya menjuarai lomba karya tulis dalam Bahasa Jerman tingkat nasional tahun 2002. Dari kemenangan itu, Reiza dikirim ke Jepang sebagai Duta Remaja Indonesia untuk AEON 1% Club. Program itu didukung juga oleh Departemen Pendidikan Nasional dan APRINDO.

Selama di Jepang, mahasiswa tahun keempat jurusan Public Relations (PR) ini bersama 23 peserta lain dari berbagai daerah di Indonesia belajar mengenai berbagai hal tentang pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Hal ini dilakukan melalui kunjungan-kunjungan ke tempat pengelolaan limbah, pusat perbelanjaan dan hiburan yang ramah lingkungan. Selain itu, para Duta Remaja juga berdialog dengan beberapa orang yang terlibat dalam pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan dan mengadakan observasi lingkungan.

Tahun 2005, mahasiswa President University (PU) ini kembali ke Jepang untuk mengikuti pertemuan alumni Duta Remaja yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari 11 negara. Selama program, peserta mengadakan diskusi dan dialog mengenai lingkungan hidup, kunjungan ke beberapa perusahaan yang memilliki tanggung jawab sosial di bidang lingkungan hidup. Selain itu, para alumni duta remaja mengikuti Festival Penanaman Pohon di desa Miyagawa, Nagoya yang dihadiri oleh lebih dari 1,000 orang.

Di tahun yang sama, Reiza juga melakukan kunjungan ke Singapura untuk mengadakan penelitian praktis mengenai komunikasi lingkungan hidup.

Lebih jauh lagi, Reiza juga mengikuti program Bayer Young Environmental Envoy 2006 beserta 14 finalis lainnya dan harus melewati masa karantina dalam Eco-Camp yang diadakan di Puspiptek, Serpong selama satu minggu. Selama masa karantina, para finalis berdialog dan berdiskusi dengan beberapa pakar dan ahli lingkungan hidup seperti mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja dan juga staf ahli dari UNESCO Jakarta.

Meskipun tidak terpilih sebagai Duta Muda Lingkungan Hidup Bayer dan diberangkatkan ke Jerman, Reiza berangkat ke Korea Selatan dan melakukan penelitian komunikasi lingkungan hidup selama satu bulan. Penelitiannya mempelajari lebih jauh peranan kampanye komunikasi yang banyak digunakan di Korea Selatan, yang merupakan satu dari empat Macan Asia. Dari hasil penelitian, ditemukan beberapa hal yang bisa digunakan dan diaplikasikan di Indonesia dengan target generasi muda.

Selain itu, Reiza melakukan kunjungan ke Hong Kong untuk melakukan dan memperdalam penelitiannya mengenai komunikasi lingkungan hidup. “Setelah melakukan penelitian komunikasi lingkungan hidup di Singapura, Hong Kong dan Korea Selatan, saya ingin melakukan penelitian yang serupa di Taiwan untuk melengkapi data-data komunikasi lingkungan hidup di Negara Macan Asia untuk dituliskan dalam sebuah buku,” ujar Reiza.

Pengalaman-pengalaman di atas memberikan pengetahuan lebih mendalam mengenai lingkungan hidup dan langkah-langkah yang bisa diambil dalam pelaksanaan pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan. Selama masa pendidikan di President University, Reiza telah menyelesaikan tiga program magang – internship: di Corporate Communication PT Cardig International, Events Department di British Chamber of Commerce in Indonesia dan di Unit Komunikasi Informasi UNESCO Jakarta. Program magang yang merupakan syarat kelulusan mahasiswa PU tersebut memberikannya pengalaman bekerja dan bagaimana menyesuaikan diri di lingkungan kerja yang berbeda-beda.

Selama program magang di UNESCO Jakarta, mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi mengenai lingkungan hidup ini mendapatkan beberapa tugas diantaranya membuat Newsletter Unit Komunikasi Informasi dan dia juga mengajukan dua proposal pembuatan manual komunikasi dan rancangan Newsletter untuk UNESCO Jakarta. Selain itu, Reiza juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti misi ke Banda Aceh selama satu minggu. Di sana, dirinya memberikan pelatihan Teknologi Komunikasi Informasi untuk penyiar Radio dari berbagai daerah Aceh.  Bersama dua pelatih lain dari Jakarta, Reiza melatih bagaimana membuat newsletter dan membuat weblog.

Bulan April yang lalu, Reiza dinominasikan oleh Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO dan diterima sebagai Delegasi Pemuda Indonesia untuk menghadiri Forum Pemuda Asia UNESCO pertama di Pulau Jeju, Korea Selatan tanggal 25-29 Juni. Forum ini merupakan program awal sebelum menghadiri Forum Pemuda UNESCO di Paris, Perancis bulan Oktober yang akan datang. Mengemban tugas sebagai delegasi Pemuda, Reiza akan mengadakan beberapa sosialisasi program di Surabaya dan Yogyakarta sebelum keberangkatannya ke Korea Selatan bulan depan.